Jumat, 24 Februari 2012

WANITA TANGGUH

Kali ini saya ingin menceritakan seorang sosok perempuan bangsa ini "INDONESIA"
Raden Adjeng Kartini
(21 April 1879 - 17 September 1904)
Dari latar belakangan keluarganya, Kartini sesungguhnya sudah hidup serba mapan.Semua momentum penting dalam hidupnya, mulai dari bersekolah, menikah, punya anak, pemilihan kegiatan selama muda dan sesudah berumah tangga, semuanya sudah diatur. Barangkali karena kemapanannya itu, ia merasa terbelenggu. Meskipun ia tidak berdaya melepas belenggu secara fisik, namun pemikirannya sangat merdeka dan menjelajah ke berbagai hal, teemasuk perlunya perbaikan nasib kaum Bumiputera alias rakyat jelatah, khususnya kaum perempuan.


Nasib Kartini sepenuhnya sudah digariskan oleh kaum dan sejarahnya. Kartini sangatlah membenci Poligami.
...Agama harus menjaga kita dari dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama...

Dengan segala keterbatasannya, Kartini sudah berusaha sekuatnya mengembangkan pendidikan dan penyuluhan kesehatan/ kesejahteraan kaum ibu dan anak-anak. Namun karena Ia tidak didukung oleh suatu perangkat organisasi, apalagi suatu sistem, maka pencapaian nyata Kartini sesungguhnya relatif terbatas. Jasa Kartini nampaknya lebih dalam soal pemikiran dan simbolik.

Seorang yang memiliki gagasan terstruktur tentang emansipasi perempuan, pembedaan rakyat jajahan, dan reinterpretasi agama secara lebih jernih, menjadikan Kartini sebagai sosok pencerahan dan simbol emansipasi dan perjuangan Perempuan Indonesia.

Sumber: Horton, R. & Simmons, S. (Wanita-wanita yang mengubah dunia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar