dan pesawat pun mendarat dengan sempurna _______
AMBOONNNNNNNNN..
gak pernah nyangka bakal nginjakin kaki di kota itu. Kesan pertama nginjakin kaki d kota itu yaa keren walaupun gk dipenuhi oleh mall, gedung" yg besar tapi buat gue Ambon is awesome. Di kelilingi oleh laut membuat Ambon terlihat indah dan nyaman. Walaupun panas tapi pantai" di sekelilingnya ngebuat kita merasa nyaman.
Hari pertama aja udah mengesankan, tiba di penginapan tepatnya di GKM Hative Besar. Penyambutan yg sangat mengharukan dari warga seetempat turun dari bis kita di sambut dengan para pemuda setempat yg memainkan terompet. Waktu itu sempat tim Choir UPHS heran" ada apa yaa? kita dmn? Ini tempat kita bakal nginap selama di Ambon teman" .. ^ ^ bukan cuma terompet yg menyambut kami kalungan bunga kepada ketua robongan sentak mebuat kami tertawa bangga, di lanjutkan dengan beberapa pemudi yang sedang menari namanya tarian LENSO.
To the point..
Tujuan kami ke Ambon bukan untuk sekedar tamasya atau jalan" tapi kami sedang mengemban tanggung jawab dari kampus. Kami di percaya untuk kembali membawa nama UPH Surabaya di ajang Pesparawi Nasional Mahasiswa XII, tepatnya di Ambon.
| Kategori Musica Sacra (17 Oktober 2012) |
| Kategori Gospel (19 Oktober 2012) |
| Kategori Etnik (20 Oktober 2012) |
dan Thank God, kami berhasil membawa harum nama UPH Surabaya, prestasi UPHS Choir kali ini sangat membanggakan. kami berhasil meraih 1 silver (kategori sacra) dan 2 gold (kategori negro spiritual & etnik) meskipun bukan urutan teraatas tp itu cukup membuat kami bangga. Tuhan membuat kami merasakan proses yg benar" luar biasa.
Thank God, Danke Gott!!
Kau selalu memberikan yg terbaik, biarkan kami selalu menikmati prosesnya seturut kehendakmu. Jangan biarkan kami sombong, buat kami belajar lebih lagi Tuhan. Dan terima kasih untuk talenta yang luar biasa yg kau berikan padaku. Bersyukur untuk setiap apa yg kau berikan dalam hidupku... Buat aku tak berhenti memuji Mu lewat talenta yg berasal dari Mu selalu, sepanjang hidupku...
22 Okt: Saatnya plg meninggalkan Ambon. Kali itu benar" berat meninggalkan kota itu. Agak lebay tapi itu kenyataannya. Berpisah dengan mama yg tiap hari masakin kita makanan yg enak- enak, non-stop selalu ada aja yg di sajikan benar" membuat kami tdk rela meninggalkan ambon. Paling mengharukan adalah ketika kami sdh mau berangkat ke bandara, kami berdoa bersama mereka, dan tak pernah menyangka mereka juga meneteskan air mata untuk melepaskan kami, momen yg sungguh sangat mengharukan...
thanks u Ambon
thanks Gereja Persekutuan Maluku Hative Besar
thanks buat semua yg ada di BapaRaja
Tuhan memberkati kalian semua dan kota kalian ...
we will miss u ^ ^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar