Kamis, 11 Oktober 2012

Terhanyut 2 d(^~^)b

PERAHUKERTAS2 sedang berlabuh di bioskop" Indonesia. Sumpah film kali ini benar" bagus bangettt. Dan sekali lagi saya menemukan diri saya dalam cerita #PerahuKertas ini ^ ^...
Agak telat si nntonnya tp itu gk jadi masalah yg penting nnton cuyy. Gue nntonnya bareng temen gue namanya DODO (kita sama" agen) di Bioskop yg sama pas kita nnton Part1. Oh yaa Lucunya yg tadi kita berdua udah terharu ngeliat setiap scene filmnya eehh ada yg ganggu banget ada aja yg nnton sampe nangisnya tuh buat kita pun tertawa sambil netesin air mata hahaha..




aku nggak mau 10, 20 tahun lagi aku sakit kaya gini setiap aku inget kamu kira-kira begitu bunyi percakapan Kugy dan Kenan pas di rumah Karel...
Kata" itu kok ngebuat gue terhanyut, dan langsung di pikiran gue terbersit sesuatu, batin gue terasa sakit dengar kata" Kugy . I don't know why??? Apa karena hanya terhanyut  yaa dalam film itu. hehehe ^ ^

Pada akhirnya emang gk ada yg bisa memaksakan hati, baik itu janji ataupun kesetiaan. Maka gue gak akan pernah ngomongin itu semua. Biar dijalanin aja semuanya, sampai kita ketemu FINISHED LINE . Film ini bener" ngajarin kita untuk mencintai, mengerti hati, melepaskan, dan arti tentang kejujuran.
Empat tahun saya kepingin bilang ini. Kugy Karmachameleon, saya cinta sama kamu. Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai kamu. Sampai kapan pun itu, saya nggak tahu. Saya nggak melihat cinta ini ada ujungnya.” __ Keenan #PK2
Oh yaa scene pas Remi mau ngelepasin Kugy adalah salah satu scene yg paling top di film ini

Remi : “Kalau nggak begini, saya akan selalu meminta kamu untuk mencintai saya, Gy. Semua yang kamu lakukan adalah karena saya meminta. Carilah orang yang gak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya.”
       Bahu Kugy berguncang tanpa bisa lagi ia tahan.
Kugy : “Tapi … orang itu kan kamu … aku … aku nggak pernah minta apa-apa … tapi … tapi, kamu kasih semuanya …”
        Kugy berkata terengah, di sela isakan dan desakan yang begitu kuat menyesak di dadanya.
Remi : “Iya, Gy.”
        Remi mengangguk sambil mengusap air mata di pipi Kugy.
Remi : “Kamu mungkin sudah ketemu. Saya yang belum.”
        Suara Remi mulai bergetar.
Remi : “Saya yang belum …”
         Ucapnya lagi, separuh berbisik. Seolah ia sedang memberi tahu dirinya sendiri.
Remi lalu bangkit, sejenak mendekap Kugy yang masih terisak, dan ia melangkah pergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar